Moment Silaturahmi, Paulus Beo Mohon Doa Restu

Fatululi (www.paulusbeo.blogspot.com) - Kontestasi politik 2024 mensyaratkan beberapa aturan baru. Hal ini tentu mendesak para bakal calon baik legislatif maupun eksekutif memproklamirkan diri secara lebih kreatif, memanfaatkan moment dan media sebagai alat bantu tanpa alat peraga kepartaian. 
Moment silaturahmi yang digelar dalam rangka hari ulang tahun anak pertama serta ayahanda yang ke 100, Minggu (26/3/2023) menjadi ruang bagi bakal calon Legislatif, Paulus Beo, menyatakan diri secara resmi dalam perhelatan pesta demokrasi 2024 mendatang. 

"Periode kemarin sebagai bahan refleksi bagi saya. Sempat terpuruk, tapi kemudian saya memilih bangkit. Hari ini, setelah melewati beberapa proses dari pengurus partai Perkasa yang tidak lolos verifikasi, sampai pada diminta PSI. Saya memilih karena maju dan harus maju. Karena apa? Karena selama ini kita hanya tanam tapi orang lain panen dan pergi. Tidak ada yang mau mewakili baik di Oepoi ini maupun di Assumpta. Maka saya bertekad untuk maju dan membuka jalan. Ketika saya sudah buka jalan, maka seterusnya dari Oepoi ini harus ada yang mewakili umat kita atau warga kita atau masyarakat kita di sekitar Oepoi" Kata Paulus Beo. 

Pernyataan tersebut menuai respon positif pelbagai pihak. Keluarga dan kerabat yang turut hadir dengan latar belakang masing-masing, ikut memberikan nasehat yang tentu membangkitkan semangat aktivis sosial wilayah Fatululi itu. 

Akademisi, Prof. Dr. Alo Liliweri mengapresiasi semangat Manager Pemasaran PT. Timor Sejahtera tersebut. Menurutnya, sudah lama dirinya dan warga masyarakat Oepoi menanti sosok wakil mereka di DPRD Kota Kupang untuk membantu mensuarakan kebutuhan masyarakat di sana.

"Saya mengimbau teman-teman, pemain-pemain politik ditingkat Kabupaten/Kota, yang terpenting sekarang adalah kumpulkan suara, pilih yang paling dekat secara fisik, psikologis. Perhatikan jarak sosial ini. Jangan terlalu jauh" kata Guru Besar Universitas Nusa Cendana itu. 

Hal senada disampaikan pelaku usaha dan tokoh perempuan Fatululi, Catarina Waru Sena. Ia menandaskan sejauh ini dirinya dan masyarakat Fatululi kesulitan, karena tidak ada keterwakilan di DPRD Kota Kupang. Ini menurutnya menyulitkan masyarakat dalam mengambil porsi-porsi program pembangunan kemasyarakatan, khususnya pemberdayaan perempuan. 

"Kota Kupang menjadi nomor satu dengan tingkat inflasi tertinggi se Indonesia tahun 2022. Ini karena apa? Karena produk lokal kita macet sehingga banyak barang harus didatangkan dari luar. Sebenarnya kalau pemberdayaan perempuan berjalan baik, ibu-ibu kita ini bisa memanfaatkan lahan, keahlian untuk menghasilkan sesuatu yang membantu meningkatkan pertama-tama ekonomi keluarga, kemudian laju angka inflasi di kota kita ini" tutur owner Ja'o Cafe itu. 

"Untuk DPRD Kota Kupang, saya tidak melihat partai. Sebagai masyarakat, kalau ada orang terdekat dan sudah melihat kerjanya selama ini, tentu saya lebih memilih orangnya bukan partainya. Kenapa? Karena melalui mereka kita yang selama ini terputus informasi dengan pemerintah, baik program pemberdayaan maupun minimal pembangunan infrastruktur ke tingkat wilayah kita bisa kembali lancar dan tentu sangat membantu" lanjut In Sena. 

Disisi lain, tokoh masyarakat setempat, Darius Tiwu Hero mendorong bacaleg PSI, Paulus Beo untuk melakukan pendekatan kekeluargaan dari rumah ke rumah di wilayah Fatululi dan Thamrin sejak pernyataan kesiapan dirinya itu. Ia juga mengingatkan agar pendekatan kekeluargaan terus dibangun sehingga tidak menimbulkan gesekkan yang berarti dengan bacaleg lain dari wilayah yang sama. 

"Terus terang terakhir ini, orang sudah merasa bahwa satu suara sangat berharga, apa yang harus kamu berikan pada saya. Nah inilah yang mau kita buktikan bagaimana kondisi kita membutuhkan wakil untuk kepentingan bersama diwilayah ini. Secara kualitas, tak pernah saya ragukan pak Paul. Urusan diwilayah kita lancar karena banyak juga bantuan dan semangatnya, baik itu MC dimana-mana, urus orang mati dimana-mana, jadi orang tua dimana-mana, mampu. DPR itukan sudah tinggal melanjutkan" kata sesepuh yang akrab disapa Om Dar itu. 
Acara yang dipandu Ketua Tim Pemenangan Bacaleg Paulus Beo, Fransiskus Bata tersebut,  dipantau langsung Tim Pengawas Pemilu Kecamatan Oebobo. Turut hadir dan memberikan petuah dan motivasi, perwakilan Keluarga Besar Ende Lio (Ndona), perwakilan Keluarga Besar Ngada, masyarakat RW. 013, serta Kerabat baik yang berdomisili di wilayah kecamatan Oebobo maupun dari dapil kecamatan lain yang ikut mendukung niat baik bacaleg DPRD Kota Kupang, Paulus Beo. (Tim Media) 

Komentar