Oleh Paulus Beo
Beberapa hari kemarin, segenap pengurus dan pembina Partai Solidaritas Indonesia, menyambut kehadiran Ade Armando, akademisi dan aktivis, sebagai anggota partai. Langkah berani, sekali lagi dimulai Bang Ade sebagai bakal calon legislatif DPR RI 2024-2029 dengan mengusung dua misi, memerangi korupsi dan intoleransi itu, disampaikannya melalui Cokro TV. Bertolak dari pengalaman penyerangan terhadapnya, 11 April 2022 ketika BEM SI menggelar aksi penolakan terhadap rencana penundaan Pemilu 2024 dan perpanjangan masa jabatan Presiden RI. Aksi tersebut menuai kecaman pelbagai pihak termasuk PSI sendiri yang menurut Grace Natalie sebagai upaya mencederai demokrasi.
Siapa Ade Armando
Ade lahir di Jakarta, 24 September 1961. Dia adalah putra pasangan Mayor Jus Gani dan Juniar Gani. Ayah Ade adalah seorang diplomat, sebelum akhirnya terpaksa turun setelah runtuhnya Pemerintahan Soekarno.
Ade adalah seorang pakar komunikasi, dan mengajar di Departemen Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia (FISIP UI). Dia juga mengajar di beberapa universitas lain pada jenjang sarjana maupun pascasarjana.
Ade juga pernah menjadi anggota Komisi Penyiaran Indonesia periode 2004–2007, Ketua Program S-1 Ilmu Komunikasi FISIP UI periode 2001–2003, serta menjadi Direktur Pengembangan Program Pelatihan Jurnalistik Televisi-Internews pada 2001–2002.
Ade pernah menjadi redaktur Koran Republika, sesuai obsesinya. Karena tekanan politik Orde Baru dan dirasa tidak obyektif, ia lantas keluar dari koran itu. Ade kemudian berhenti menjadi wartawan. Dia beralih menjadi peneliti dan manajer riset media Tylor Nelson Sofres pada 1998–1999.
Setelah itu Ade Armando diajak bergabung oleh Marwah Daud Ibrahim menjadi Direktur Media Watch & Consumer Center pada 2000–2001. yang dianggapnya independen dan tidak memihak Habibie.
Indonesia yang LOGIS
Masyarakat Indonesia mengenal Bro Ade yang juga merupakan pegiat media sosial. Banyak cuitan dan postingannya berusaha mengeluarkan masyarakat Indonesia dari kubangan pemikiran yang dangkal dan terpengaruh kepentingan kelompok yang irasional.
Misi menggenggam Indonesia keluar dari lingkaran oknum pejabat korup serta kepentingan kelompok-kelompok tertentu sudah dijalankannya jauh sebelum memutuskan terlibat dalam partai politik. Pilihan ikut serta dalam kontestasi politik 2024, pertama-tama untuk merubah dari dalam sistem yang ada di parlemen yang seturut pandangan masyarakat tidak dapat dirubah siapapun. Ia yakin, sturuktur yang selama ini terlihat paten dan menyamankan oknum-oknum korup di parlemen bukan tidak dapat dirubah. Pria keturunan Minagkabau itu, mengajak masyarakat untuk memilih orang-orang baik yang mau bersama-sama merubah sistem korup. Parlemen sejauh ini, jelasnya, seperti disetting untuk diisi oleh pribadi-pribadi korup yang kemudian menjadikan mereka nyaman dan melakukan tindakan secara berjamaah.
Selain itu, upaya memberantas intoleransi terus ia gaungkan. Ia melihat selama beberapa tahun terakhir, PSI telah menunjukkan konsistensinya memerangi aturan dan upaya kelompok-kelompok yang intoleran. PSI menurutnya, terus mendesak dibuatnya UU yang memberi rasa aman dan kebebasan mendirikan rumah ibadah bagi kelompok agama manapun. Oleh karenanya, ia terang-terangan mengungkapkan PSI sebagai partai yang sejalan dengan akal sehatnya.
Kontribusi Ade Armando bagi Kader PSI lain
Kader PSI ditingkat DPD Kota/Kabupaten, sumringah menyambut kabar keikutsertaan Bro Ade Armando dalam keanggotaan partai. Para caleg seolah menemukan pijakan untuk membarui semangat wakil rakyat ditingkat Kabupaten Kota dengan menghadirkan misi bersama yaitu memerangi tindak korup dan intoleransi.
Sistem sebagaimana disebutkan Bro Ade lumrah dimata masyarakat. Wakil rakyat harus mengembalikan kepercayaan publik terhadapnya dengan ikut memerangi sistem yang salah. Kita percaya bahwa bila digencar bersama, PSI satu misi dari tingkat pusat sampai daerah, maka bukan tidak mungkin Indonesia lima tahun mendatang bebas sepenuhnya dari praktik korup dan menuai hasil masyarakat yang moderat. Upaya-upaya dominasi kelompok kepentingan dan kegiatan yang tidak perlu, merupakan sasaran bagi langkah awal mencapai cita-cita bersama untuk Indonesia maju.
Komentar
Posting Komentar